Review Film Warkop DKI Reborn Part 1 : Jangkrik Boss

Sesuai judul kali ini saya mau ngereview film Warkop DKI Reborn Part 1: Jangkrik Boss. Alhamdulillah kemarin (Jumat 09 September 2016) saya berkesempatan buat nonton film ini bareng pacar saya. Aseekk. Film ini sendiri tayang perdananya di Indonesia hari Kamis tanggal 08 September 2016, tapi saya kehabisan tiket dan gak sempat beli sewaktu pihak produser membuat advance ticket sale yaaa semacam pre sale gitulah di beberapa bioskop nasional. Dan ternyata memang hasilnya memuaskan. Di hari perdana tayang, bioskop full, khususnya di kota Medan.

Promosi dari film ini sendiri memang gila-gilaan , luar biasa menurut saya. Di layar televisi nasional, billboard, radio, dan media promosi lainnya gencar terdengar, bahkan 2 atau 3 bulan sebelum film ini tayang sudah sangat heboh promosinya. Dan membuat kita yang menunggu menjadi penasaran akan film ini. Seperti isi dari promosi film ini sendiri, bahwasanya film ini dibuat memang tidak untuk menggantikan Om Dono, Kasino, dan Om Indro, tetapi hanya untuk melestarikan Warkop DKI.
Salah satu bentuk promosi yang wah
sumber : google.com
Siapa yang tidak mengenal Warkop DKI ? Saya sebagai anak yang lahir di tahun 90-an bersyukur masih sempat nonton film warkop, walaupun gak semuanya ingat. Film ini memang salah satu film komedi legendaris di Indonesia. Nah, begitu dengar bahwa akan dibuat versi rebornnya, tentu saya tidak sabar untuk menontonnya, dan berpikir, apakah komedi khas dari warkop zaman dulu akan dibawa atau dihilangkan atau diperbaharui? Pasti banyak diantara kita yang bertanya seperti itu.
Film Warkop DKI Reborn Part 1 yang disutradarai oleh Anggy Umbara ini, menjadikan Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G Bastian sebagai Kasino,  dan Tora Sudiro sebagai Indro sewaktu muda. Selain 3 pemeran utama itu, tentunya ada Om Indro (asli) yang ikut bagian dalam film ini. Di film Warkop Reborn kali ini, mengangkat tema sewaktu Trio Warkop bergabung di Lembaga Swasta yang bernama CHIIPS (Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosial). Bos CHIIPS (Ence Bagus) menugaskan mereka untuk menangkap begal motor yang lagi marak terjadi. Dono dibantu oleh Sophie (Hannah Al-Rashid), anggota CHIIPS dari cabang Paris, Perancis. Sedangkan Kasino berpasangan dengan Indro. Meskipun mereka mempunyai semangat menggebu-gebu saat melaksanakan tugas, tapi ada aja kekacauan yang sering terjadi. Sampai Trio Warkop harus membayar ganti rugi sebesar 8 M karena kekacauan yang mereka buat. Kalau tidak bayar ganti rugi, maka CHIIPS terancam bubar. Om Indro yang asli di film ini perannya lebih sebagai pengganggu (pemberi saran baik maupun buruk) bagi Indro muda (Tora Sudiro). Tak jarang malah sebagai sumber konflik dari trio warkop.
Trio warkop ketika menjadi anggota CHIIPS
sumber : google.com
Seperti film warkop zaman dulu, sepanjang film ini juga kita akan dibuat ketawa ngakak oleh tingkah trio warkop. Hanya saja, candaan kali ini dibuat lebih kekinian , menurut saya, konsep komedinya dibuat lebih moderen tetapi tetap dijaga khas warkopnya. Jadi membuat kita tetap bernostalgia akan warkop zaman dulu. Tidak ketinggalan Warkop Angels (sebutan buat cewek-cewek seksi di film warkop) juga hadir, kali ini diperankan oleh Nikita Mirzani sebagai selingkuhan bos CHIIPS, ada Fazura sebagai gadis melayu. Memang ada beberapa bagian yang menurut saya agak lebay seperti mobil terbang, motor terbang, dari dalam mobil kecil bisa keluar banyak orang. Tapi bukannya yang seperti ini memang sudah ada dari film warkop zaman dulu? dan menjadi salah satu ciri film warkop juga menurut saya. Jadi saya sebagai penonton sih tidak masalah dengan kehadiran bagian tersebut, toh juga porsinya tidak berlebihan kok. Lantas saya berpikir, andai saja ini bukan film warkop, pasti adegan seperti itu sudah menurunkan rating film, hahaha.
Ki-Ka : Kasino, Indro, Dono
sumber : google.com
Saya sendiri merasa cukup bernostalgia ketika menonton film ini, ketika menyaksikan acting dari ketiganya, komedinya, lagu khas warkopnya. Harus kita akui, tidak mudah menggantikan sosok Om Dono, dan Om kasino. Namun saya yakin, segenap sutradara dan pemeran di film ini sudah sangat bekerja keras untuk melestarikan film ini. Mari kita hargai dan apresiasi dengan menonton filmnya di bioskop, kalau nontonnya tunggu tayang di TV nasional pasti banyak di sensor nanti, gak seru. Dan jangan merekam secara live streaming melalui aplikasi Bigo Live, Nono Live(sedang marak terjadi). Saran saya, ajak keluarga, sahabat, pasangan, ramai-ramai buat menonton film ini. Tapi ingat hanya untuk 17 tahun keatas lho yaa, hehehe.
sumber : google.com
Sekali lagi saya mengingatkan, review yang saya buat ini hanya semata mengungkapkan pendapat saya, pandangan saya ketika menonton film ini langsung di bioskop. Tidak ada maksud mencemooh, merendahkan atau apapun itu yang merugikan pihak manapun. Jika ada yang kurang berkenan dan ingin bertanya, silahkan isi di kolom komentar. Terima kasih. Maju terus perfilman Indonesia.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: