Review Film Nerve

Kembali lagi saya mau mereview film box office yang tayang di cinema 21. Kali ini film yang akan saya review berjudul Nerve. Film garapan sutradara Henry Joost dan Ariel Schulman ini bergenre Adventure, Action. Lebih kepada kedua itu sih menurut saya. Pemeran utama dalam film yaitu Venus (Emma Roberts) atau disingkat Vee dan Ian (Dave Franco) yang sebenarnya bernama Sam (Diakhir film dijelaskan). Jadi, Nerve ini rupanya sebuah permainan online. Yang kalau kita mendaftar kita bisa milih mau menjadi “Penonton” atau “Pemain”. Sistem permainannya mirip seperti Truth or Dare, cuma ini lebih ke “dare” nya sih, Truth nya gak ada. Nah jika kita mendaftar sebagai “Pemain” , kita akan diberikan tantangan yang jika kita melakukannya dan sukses, kita akan dibayar dengan uang yang banyak, tentunya dengan 3 peraturan yang sudah ditetapkan dari pihak Nerve-nya. Tapi kalau kita mendaftar sebagai “Penonton” kita hanya bisa menyaksikan “Pemain” yang melakukan tantangan dan tentunya tidak dibayar (Penonton). Dan siapa yang nanti viewersnya paling banyak, akan maju ke babak final dan tentunya memenangkan uang yang lebih banyak lagi. Karena diiming-imingi uang yang besar, para remaja di Amerika pun tertarik untuk mengikutinya. Sehingga “game” Nerve ini menjadi booming dikalangan remaja Amerika.

Awalnya si Vee tidak mau ikut mendaftar di permainan ini. Tapi ia merasa tertantang karena selalu diejekin hanya sebagai “Penonton” oleh teman akrabnya sendiri Sydney (Emily Meade). Sydney sudah duluan mendaftar di game ini, dan ia sudah sangat populer di game ini. Itu dapat terlihat karena ia memiliki viewers yang banyak juga. Karena merasa tertantang tadilah, si Vee pun mendaftar di game ini, dan ia pun memilih sebagai “Pemain”. Tantangan pertama buat Vee adalah mencium orang yang tidak dikenalnya di cafe umum selama 5 detik. Waw. Ia pun ke cafe dan mencari cowok yang sekiranya bisa ia cium. Kemudian ia mencium seorang cowok yang lagi duduk sendirian membaca novel (Ian) Dave Franco, sambil direkam oleh kawannya si Vee, Tommy (Miles Heizer). Oh iya, saat melakukan tantangan harus direkam oleh kamera pribadi “Pemain” agar dibayar. Dan ini merupakan salah satu syarat di permainan Nerve ini. Si Vee pun berhasil melakukan tantangan pertamanya, ia pun dibayar. Dan ternyata cowok yang dicium si Vee tadi “Pemain” di game ini juga. Ia pun mendapat tantangan untuk menggoda si Vee dengan bernyanyi di cafe tersebut. Penonton pun banyak yang suka dengan aksi mereka, banyak yang menantang mereka untuk melakukan tantangan secara berdua. Asiik. Yaa sudah bisa ditebak, akhirnya si Vee dan Ian pun semakin dekat, dekat, dekat dan jatuh cinta. Mereka menjadi pasangan yang dicintai oleh viewers di game ini. Bahkan kepopuleran mereka mengalahkan teman akrab Vee yang sudah populer duluan, Sydney. Si Tommy, teman dekat Vee sewaktu Vee belum terkenal ikut cemburu dengan kedekatan Vee dan Ian. Ia pun mencari tahu tentang game Nerve dan Ian, cowok yang seolah tanpa sengaja dekat sama Vee. Ternyata kecurigaan Tommy benar, Nerve ini game yang tidak baik, tidak jelas siapa orang dibalik game yang lagi booming ini. Ian pun memiliki masa lalu yang buruk, yang bisa membuat Vee dalam keadaan bahaya. Disinilah konfliknya, disaat Vee lagi kasmaran, dia diberi tahu hal sebenarnya oleh sahabatnya Tommy, tetapi Vee tidak memperdulikannya. Begitu juga dengan Sydney, sudah memperingatkan teman akrabnya, Vee agar tidak terbuai, karena ini hanya game, namun lagi-lagi Vee tidak memperdulikannya. Sampai akhirnya semuanya terkuak, siapa dalang dari game Nerve ini dan siapa Ian sebenarnya.

Dari keseluruhan film ini menarik buat ditonton. Yaa bisa dibilang remaja banget lah, tapi remajanya yang 17 tahun keatas ya. Kalau ada kesempatan, tidak ada salahnya untuk menonton film ini. Melihat paras cantiknya Emma robert dalam film ini tidak ada ruginya, hahaha. Yap saya terkesima dengan kecantikan Emma Robert dalam film ini. Actingnya juga mantap. Salut. Saran dari saya, nontonnya jangan bawa anak kecil yang masih dibawar umur ya, karena ada beberapa bagian yang tidak baik kalau dilihat oleh mereka. Hehehee. Sekali lagi, tidak ada maksud saya buat mencemooh, merendahkan atau apapun itu. Saya hanya menceritakan pengalaman saya menonton film ini. Jika ada yang kurang berkenan boleh isi kolom komennya. Kita sama-sama belajar. Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: